Diberdayakan oleh Blogger.

animasi

Kamis, 21 Februari 2013

Algoritma dan Pemrograman



ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN
Pertemuan 1.
v   Logika adalah suatu ilmu atau kaidah yang menyatakan benar atau salah.
v   Algoritma adalah Langkah – langkah yang logis dan terperinci dalam melaksanakan suatu tugas.

Langkah –langkah pembuatan Algoritma :
1.      Harus memahami masalah.
Contoh :  Menetapkan gaji Pegawai.
-          Gaji pokok
-          Gaji Transportasi
-          Tunjangan Istri dan Anak
-          Tunjangan Jabatan.
2.      Menentukan data-data yang akan dipergunakan dalam pembuatan Algoritma.
Contoh : Data Mahasiswa, seperti :
-          Nama
-          NIM
-          Tempat Tanggal Lahir
-          Alamat.
3.      Data Input, Data Proses, Data Output.
4.      Menetapkan nilai data dari masing-masing variabel. Menurut Awam data standarnya ada dua yaitu : Angka, dan Huruf.
Apabila terjadi proses penambahan perhitungan maka disebut nilainya angka, sedangkan apabila terjadi proses penggabungan dua buah kata diapit tanda petik maka nilainya teks.
5.      Membuat Algoritma
Contoh : B = A + C
-       Langkah pertama mulai
-       Deklarasikan Variabel (A,B,C :Angka)
-       Langkah ketiga tampilkan form/layar input data.
-       Langkah keempat B =A+C, hitung.
-       Langkah kelima tampilkan B.
-       Langkah keenam selesai.
v  Data
Data adalah fakta atau bagian dari fakta yang mengandung arti yang dihubungkan dengan kenyataan, simbol-simbol, angka-angka, huruf-huruf yang menunjukkan suatu ide, objek, kondisi atau situasi.
v  Pemrograman, Kumpulan yang saling berhubungan satu sama lainnya untuk mendapatkan output.
-            Mulai
-            Deklarasikan Variabel P, Q, R, S, Y : Angka
-            Tampilkan Form.
-            Hitung P = Q+R+S+Y
-            Tampilkan P.
-            Selesai / End

Algoritma sebagai Langkah-langkah pemecahan Masalah, dapat dituliskan dalam beberapa cara, yaitu :
1.      Uraian Deskriptif
Penulisan Algoritma dengan uraian Deskriptif adalah dua cara menggambarkan langkah-langkah pemecahan masalah dengan menggunakan bahasa biasa.
2.      Bagan Alir (Flow Chart)
Bagan Alir adalah penulisan Algoritma dengan menggunakan notasi grafik, terdapata beberapa notasi dan penggambaran Flow Chart antara lain :
 










3.      Pseudo Code
Pseudo Code adalah kode atau tanda yang menyerupai (Pseudo) atau merupakan penjelasan secara menyelesaikan permasalahan. Pseodu Code ini sering digunakan oleh manusia untuk menuliskan Algoritma
Contoh : Mencari bilangan terbesar dari dua bilangan yang di inputkan.
Contoh Algoritma :
-          Masukkan bilangan pertama
-          Masukkan bilangan kedua
-          Jika bilangan pertama > bilangan kedua maka kerjakan langkah 4, jika tidak kerjakan langkah 5
-          Tampilkan bilangan pertama
-          Tampilkan bilangan kedua
Contoh Pseudo –Code :
-          Input a
-          Input b
-          If a > b, maka kerjakan langkah 4
-          Print a
-          Print b


PEMROGRAMAN atau PROGRAM
Defenisi pemrograman / programan adalah kumpulan induksi-induksi tersendiri yang biasanya disebut source code yang dibuat oleh programer (pembuat program). Suatu program pada dasarnya terdiri dari 3 bagian, yaitu : input, proses, dan output.
Perbedaan Algoritma dan Program :
Program adalah kumpulan pernyataan komputer, sedangkan metode dan tahapan sistematis dalam program adalah algoritma. Program ditulis dengan bahasa pemrograman, jadi bisa disebut program adalah suatu implementasi dari bahasa pemrograman.
Bahasa pemrograman terbagi menjadi 2, yaitu :
1.      BTR (Bahasa Tingkat Rendah) atau disebut dengan asembly merupakan bahasa dengan pemetaan satu per satu terhadap intruksi komputer. Contohnya Mesin 01010
2.      BTT (Bahasa Tingkat Tinggi) adalah bahasa yang dimengerti oleh manusia. Contohnya Pascal, Php, Basic, Html, Java, dll.

PROGRAM = ALGORITMA + BAHASA (Struktur Data)
Create Database Academik
Use Academik
Create Table mahasiswa
NIM Char (5)
Nama Char (20)
Alamat Char (25)
Sistem adalah suatu elemen-elemen yang saling berhubungan.
Informasi adalah Kumpulan data-data yang sudah dinilai dan bisa dibuktikan.



Bagaimanapun juga untuk data Algoritma sangat erat hubungannya pada sebuah program. Algoritma yang baik tanpa pemilihan struktur data yang tepat akan membuat program menjadi lebih baik, begitu juga sebaliknya.
Paradigma Pemrograman :
ü  Komputer
ü  Sistem Operasi
Bahasa Pemrograman
Program Aplikasi
ü  Pemakai

1.             Pemrograman Prosedur
·           Berdasarkan urutan-urutan sekuensial
·           Program adalah suatu rangkaian prosedur untuk memanipulasi data. Prosedur merupakan kumpulan intrusi yang dikerjakan secara berurutan
·           Harus mengingat prosedur mana yang sudah dipanggil
2.             Pemrograman Fungsional
·           Berdasarkan teori fungsi matematika
·           Fungsi merupakan dasar utama program
3.             Pemrograman Terstruktur
·           Secara berurutan dan terstruktur
·           Program dapat di bagi-bagi menjadi prosedur dan fungsi
·           Contoh pascal dan bahasa C
4.             Pemrograman Modular
·           Pemrograman ini membentuk banyak modul
·           Modul merupakan kumpulan dari prosedur dan fungsi yang berdiri sendiri.
·           Sebuah programan dapat merupakan kumpulan modul-modul
5.             Pemrograman Berorientasi Objek
·         Pemrograman berdasarkan prinsip objek, dimana objek memiliki data/variabel/property dan methed/ prosedur yang dapat dimanipulasi. Contohnya C, C++, Pascal dan Java.

6.             Pemrograman Berorientasi Fungsi
·         Pemrograman ini berfokus pada fungsi tertentu saja, sangat tergantung pada tujuan pembuatan bahasa pemrograman ini. Contohnya SQL (Structured Query Language), Html, dll.
7.             Pemrograman Deklaratif
·           Pemrograman ini mendeskripsikan suatu masalah dengan pernyataan dari pada memecahkan masalah dengan implementasi algoritma. Contohnya : Prolog.

BAHASA C
Bahasa C atau C++  adalah suatu bahasa pemrograman. Bahasa C termasuk bahasa pemrograman tingkat menengah, maksudnya bahasa C bisa dipelajari dengan lebih mudah karena mudah dimengerti tetapi mempunyai kemampuan yang lebih tinggi.
Bahasa C bisa digunakan untuk merekayasa programan untuk segala kebutuhan, baik untuk aplikasi bisnis, matematis, bahkan game.
Semua bahasa mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Begitu juga dengan Bahasa C, adapun sebagian kelebihan dari Bahasa C adalah :
1.      Banyak memiliki operator untuk mengolah / memanipulasi data.
2.      Bahasa C termasuk sebagai bahasa yang terinstruktur sehingga program dapat lebih mudah dipahami dan dikembangkan.
3.      Bahasa C lebih mudah dimengerti karena lebih mirip pada bahasa manusia.
4.      Kecepatan eksekusi tinggi.
5.      Mengenal data pointer.
Kelemahan dari bahasa C adalah :
1.        Banyaknya operator atau cara penulisan  program kadang menimbulkan kebingungan para pemakainya.
2.        Perlunya ketelitian dalam penulisan program karena perintah (statement) dalam bahasa C bersifat case sensitif (hurup kapital dan huruf kecil dibedakan).

Contoh :
#include  <stdio.h>
#include  <conio.h>
Main ()
{
Printf (“ini program saya yang pertama \n”);
Printf (“\n saya belajar bahasa C \n di\”STMIK Potensi Utama\”\n Medan “);
Getch ();
Return 0;
}

Keteranag :
-            Include
Print tersebut digunakan untuk memanggil file header (include file) dan didalamnya terdapat perintah prototipe yang bisa digunakan dalam program yang dibuat, jika perintah include tidak ditulis, maka komputer tidak mengerti perintah-perintah yang ditulis
-            Header File
Nama file yang digunakan dalam include seperti <stdio.h>, <conio.h> disebut header file karena ditempatkan di paling atas program. Extention h berarti header dalam file header ini, terdapat fungsi atau prototipe yang bisa digunakan dalam program. Sebuah file header memiliki lebih dari 1 fungsi atau variabel global.
-            Fungsi Main()
Fungsi ini adalah suatu fungsi khusus yang akan dieksekusi pertama. Setiap program harus mempunyai fungsi main(). Fungsi main() ditandai dengan tanda { yang menyatakan awal dari program dan  diakhiri denngan tanda } yang menyatakan akhir dari suatu program.

-            Printf()
Adalah suatu fungsi yang berguna untuk menulis  pesan ke layar. Pesan yang akan ditulis dalam diapit oleh tanda kutip. Pesan-pesan yang ditulis dapat diatur dengan mengatur format dari penulisannya, fungsi printf() tidak hanya menulis pesan dalam 1 baris saja, tetapi bisa  lebih, untuk berpindah baris maka gunakan perintah \n yang berarti New Line (baris baru). Penulisan \n boleh ditempatkan didepan, ditengah, atau diakhir. Untuk menuliskan tanda kutip (“) maka harus digunakan tanda \”.
-            Tanda ; (Semi kolom)
Setiap perintah harus diakhiri dengan tanda ;, hilangnya taanda ; akan menyebabkan kesalahan compile.
-            Getch()
Getch() adalah suatu fungsi  yang berfungsi  intuk pembacaan data sebuah karakter, sehingga program akan terdiam sampai pengguna menekan suatu tombol. Fungsi ini berada dalam file header conio.h sehingga perintah untuk conio.h harus dituliskan, kalau perintah getch() tidak ditulis maka program akan di kerjakan denga cepat dan eksekusi tidak dapat terlihat.
-            Return
Adalah perintah yang memberikan nilaai kepada fungsinya. Setiap fungsi harus mempunyai nilai kembaliannya (Return Value).




Type Data, Variabel, dan Operasi Perhitungan
v   Tipe Data
Komputer bisa diartikan sebagai alat menghitung. Untuk melakukan proses perhitungan tersebut, maka di butuhkan data yang diproses. Type data ada beberapa jenis, yaitu :
1.        Tipe Data Karakter
Untuk tipe data karakter kita gunakan perintah char. Contoh :
-          Char karakter;
-          Char kar1, kar2, kar3;
-          Char kar4 = ‘A’;
-          Char kar5 = 65;
Tipe data ini mempunyai jangkauan dari 0-255 atau karakter ASCII ke 0 sampai karakter ASCII 255. Tipe data karakter bisa ditampilkan sebagai suatu karakter atau sebagai bilangan. Hal ini tergantung dari bagaimana penulisannya apakah dianggap sebagai karakter atau sebagai bilangan. Untuk menuliskan isi dari data bertipe char adalah dengan menggunakan printf dengan format penulisannya menggunakan tanda %c, kalau ingin ditampilakan sebagai suatu karakter atau tanda %i jika ingin ditampilkan sebagai suatu bilangan.
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
Main()
{
Char K1, K2;
K1 = ‘A’;
K2 = K1;
Printf (“Nilai Variabel K1 adalah %c\n”, K1);
Pritnf (“Nilai Variabel K2 dalam bentuk angka = %d \n”, K2);
Getch ();
Return 0;
2.        Tipe Data Bilangan Bulat
Ada beberapa tipe data standar yang digunakan untuk data-data bilangan bulatt

Tipe Data
Memori
Format
Jangkauan Nilai
Int
2 byte
%d / %i
-32.768 s/d 32.767
Unsigred int
2 byte
%u
0 s/d 65.535
Char
1 byte
%d / %i
-128 s/d 127
Unsigred char
1 byte
%u
0 s/d 255
Unsigred long
4 byte
%lu
0 s/d 4.294.967.293
Long
4byte
%ld / %li
-2.147.483.648 s/d 2.147.483.647

Tipe data yang ada dalam tabel tersebut khusus untuk data yang nilai bilangannya bulat. Cara pendeklarasian lainnya, yaitu :
Int a;
Unsigred int b;
Char c;
Long d;

3.        Tipe Data Bilangan Pecahan
Tipe data untuk bilangan pecahan terdiri dari beberapa jenis
Tipe Data
Memori
Format
Jangkauan Nilai
Float
4 byte
%f
3.4*(10^-38)-3.4*(10^+38)
Dauble
8 byte
%f
1.7*(10^-308)-1.7*(10^+308)
Long double
10 byte
%lf
3.4*(10^-4932)-3.4*(10^+4932)s

Dalam pemrograman C, untuk vertikal yang menampung data string tidak ada perintah khusus, karena dalam C, string adalah sebuah array karakter atau sebuah pointer ke subuah variabel char.
Cara Pendeklarasian adalah :
-          Char nama [50];
-          Char *alamat;
Contoh Program 1 :
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
Main()
{
Char nama [50];
Chara *alamat;
Printf (“nama :”); scanf(“%s”, nama);
Printf (“alamat :”); gets(alamat);
Printf (“data yang telah dimasukkan adalah :\n”);
Printf (“nama :%s\n alamat : %s\n”, nama, alamat);
Getch();
Return 0;
}









v  Operator – Operator Perhitungan
Untuk melakukan perhitungan – perhitungan data, maka diperlukan operator-operator perhitungan. Operator-operator yang paling umum dipakai dalam pemrograman Bahasa C adalah :
Operator
Contoh
+
C = a + b
-
C = a – b
*
C = a * b
/
C = a / b
++
a++
--
a--
%
C = a%b

Contoh program 2 :
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
Main()
{
Int X=20, Y=8, Z;
Clrscr();
Printf (“X=%d dan Y=%d\n”,X, Y);
Printf (“X/Y = %d\n”, X/Y);
Printf (“X%%Y = %d\n”, X%Y);
X + = 2;
Printf (“Nilai X Sekarang :%i\n”,X);
Printf (“Nilai X Setelah X++ :%i\n”, X);
Printf (“Nilai Y :%d\n”, Y++);
Printf (“Nilai Y Setelahnya :%d\n”, Y);
Z = ++X
Printf (“Nilai Z : %d\n”, Z);
Getch;
Return 0;
}
v  Input dan Output Data
Pemasukan (Input) Data
     Umumnya suatu pemrograman mempunyai proses pemasukan data. Dalam program Bahasa C, pemasukan data dapat dilakukan dengan perintah scanf. Fungsi scanf merupakan fungsi yang dapat digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data, tergantung dengan format penentunya.
Format-format penentu tipe data  yang umum dipakai adalah :
Format
Kegunaan
%c
Digunakan untuk pemasukan data bertipe char
%d atau %i
Digunakan untuk pemasukan data bertipe int, dan char
%u
Digunakan untuk pemasukan data berupa unsigred int atau unsigred char
%f
Digunakan untuk pemasukan data berupa bilangan pecahan (float)
%s
Digunakan untuk pemasukan data berupa string

Bentuk umum penggunaan scanf adalah “
Scanf (“format”, &nama variabel);
Fungsi scanf () kurang begitu bagus jika dipakai untuk pembuatan string, karena data yang tersimpan adalah hanya sampai menemukan spasi, maksudnya jika kita mengisikan 2 buah kata dengan pemisah spasi maka data yang masuk ke variabel tersebut hanyalah yang pertama.
Oleh karena itu pembuatan bertipe string biasanya menggunakan perintah gets() yang bentu umumnya adalah Gets (nama variabel);
Contoh :
Gets (nama);
Gets (alamat);




Contoh program menggunakan Fungsi Scanf :
#include <stdio.h>
Main()
{
Int luas, keliling, panjang sisi ;
Printf (“Masukkan Panjang Sisi Bujursangkar :”);
Scanf (“%d”, &panjang sisi);
Luas = panjang sisi * panjang sisi ;
Keliling = panjang sisi * 4;
Printf (“\n Data Bujursangkar \n”);
Printf (“panjang sisi = %6d \n”, panjang_sisi);
Printf (“luas = %6d \n”, luas);
Printf (“keliling = %6d \n”, keliling);
}








Untuk pembacaan data bertipe char, selain menggunakan scanf dengan format %c bisa juga menggunakan fungsi getch atau getch c. Perbedaan dari getch dan getch c adalah Kalau getch digunakan untuk membaca data bertipe char tanpa menampilkan ke layar, dan getch c digunakan untuk membaca data bertipe char dengan menampilkan ke layar.
Contoh :
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
Main()
{
Char a, b;
Printf (“Masukkan huruf pertama :”);
a = getch();
printf (“Masukkan huruf kedua :”);
b = getch c();
printf (“Data yang dimasukkan adalah %c dan %c \n”a, b);
getch();
return 0;
}




STRING dan MANIPULASINYA
            String adalah sebuah array yang bertipe char yang diakhiri dengan karakter null (\o). Sebagai contoh, deklarasi dibawah ini merupakan deklarasi sebuah array yang bertipe char, dan bisa disamakan dengan deklarasi sebuah string. Contoh : char array_ch[7] = (‘H’, ‘E’, ‘L’, ‘L’, ‘O’, ‘ ‘, ‘!’, ‘\ o’) ;
Array adalah suatu variabel yang dapat menampung tipe data yang sama dan dibedakan berdasarkan indeks.
Contoh :
Int N [7]
NO
N1
N2
N3
N4
N5
N6

Dalam C, karakter null dapat digunakan untuk menandai akhir sebuah string.
Fungsi – fungsi Manipulasi String :
1.      Gets dan puts
Fungsi gets digunakan untuk membaca data berupa string dari keyboard, sedangkan fungsi puts untuk menampilakan tring ke layar (monitor)
Contoh :
#include <stdio.h>
Int main (void)
{
Char string [80];
Printf (“masukkan sebuah stringn:”); gets (string) ;
Puts (string);
Return 0 ;
}
2.      String Len
Fungsi strln digunakan untuk mengetahui panjang suatu string.
Contoh “
#include <stdio.h>
#include <string.h>
Int main (void)
{
Char string [80];
Int panjang ;
Printf (“masukkan string :”) gets (string) ;
Panjang = strln (string);
Printf (“panjang string adalah %i karakter \n”, panjang);
Return 0;
}

3.      Strlwr dan Strupr
Fungsi strlwr berguna untuk mengubah isi string menjadi huruf kecil, sedangkan fungsi Strupr berguna untuk mengubah isi string menjadi huruf besar (Kapital).
Contoh :
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <string.h>
Main ()
{
Char str1 [80] = “Saya Belajar  Turbo C” ;
Printf (“Nama :%s\n”, str1);
Printf (“upper case : %s\n”, str1);
Strlwr (str1);
Printf (“lowercase : %s\n”, str1);
}



PERCABANNGAN
Statement If – Else
Bentuk dasar perintah If – Else adalah sebagai berikut :
If (expression)
     Statement 1 ;
Else
     Statement 2 ;
Statement berikutnya ;

v  Jika  ketika dieksekusi ekspresi menghasilkan nilai true, maka statement1 akan dieksekusi dan statement2 tidak akan dikerjakan dan kemudian program akan mengeksekusi statement berikutnya, dan jika ekspresi tersebut bernilai false maka statement1 tidak akan dieksekusi dan statement2 akan dieksekusi, dan dilanjutkan dengan mengeksekusi statement berikutnya.
v  Operator - operator yang biasa digunakan dalam operasi Logika dapat dilihat di tabel bawah ini :
Operator
Contoh
Arti
= =
A= =B
Apakah isi variabel A sama dengan isi variabel B
! =
A! = B
Apakah isi variabel A tidak sama dengan isi variabel B
A > B
Apakah  isi variabel A lebih besar dari isi variabel B
A < B
Apakah isi variabel A lebih kecil dari isivariabel B
> =
A > = B
Apakah isi variabel A lebih besar atau sama dengan isi variabel B
< =
A < = B
Apakah isi variabel A lebih kecil atau sama dengan isi variabel B
& &
(A<=100) & & (A>=80)
Apakah A lebih kecil atau sama dengan dari 100 dan A lebih besar atau sama dengan 80
II
(A>100) II (A<0)
Apakah A lebih besar dari 100 atau A lebih kecil dari 0
!
! (A = = B)
Apakah A tidak sama dengan B

v  Untuk lebih jelas, perhatikan perintah berikut :
#include <stdio.h>
#include (conio.h>
Main ()
{
Int nilai
Printf (“nilai :”); scanf (“%i”, &nilai);
If (nilai > 50)
Printf ("Selamat Anda Lulus”);
Else
Printf (“Maaf Anda tidak lulus”);
Getch();
Return 0;
}


Perintah Switch – Case – Default
v  Selain if-else, perintah yang digunakan untuk percabangan adalah switch-case. Bentuk dasar dari perintah tersebut adalah :
Switch (ekspresi)
{
Case kondisi1 : perintah1 ;break;
Case kondisi2 : perintah2 ;break;
Default :perintah3 ;
}

v  Cara kerja perintah diatas adalah : “ Jika ekspresi sama dengan kondisi1, maka perintah1 akan dieksekusi dan kemudian keluar dari switch, dan jika ekpresi sama dengan kondisi2 maka perintah2 yang akan dieksekusi dan kemudian keluar dari switch, dan jika tidak 1 kondisi pun yang sama dengan ekspresi maka perintah3 (perintah default) yang akan diekekusi. Perintah default kalau tidak diperlukan bisa dihilangkan.
v  Untuk lebih jelas, perhatikan perintah dibawah ini :
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
Main()
{
Char operator, double operand1, operand2 ;
Puts (“Program Kalkulator Sederhana ....... \n”);
Puts (“Operator yang dapat digunakan adalah :”);
Puts (“*=> perkalian \n”);
Puts (“/=> pembagian \n”);
Puts (“+=> penjumlahan \n”);
Puts (“-=> pengurangan \n”);
Puts (“Contoh menghitung => 5/2 lalu tekan enter”);
Printf (“\n Silahkan menghitung angka :”); scanf (“%lf%c%lf, &operand1, &operatore, &operand2);
Switch (operatore)
{
Case ‘*’ : printf (“hasil = %.10lg”, operand1 * operand2); break ;
Case ‘/’ : printf (“hasil = %.10lg”, operand1 / operand2); break ;
Case ‘+’ : printf (“hasil = %.10lg”, operand1 + operand2); break ;
Case ‘-‘ : printf (“hasil = %.10lg”, operand1 –operand2); break ;
Default ;
     Puts (“\n Perintah Anda Salah Silahkan  Ulangi”);
}
Getch() ;
Return 0 ;
}


PERULANGAN (LOOPING)
Untuk memahami mengenai fungsi perulangan, coba lihatlah kasus berikut :
Buatlah suatu program untuk menampilkan angka dari 1 sampai dengan 5.
Jenis – jenis perulangan yang dapat dilakukan oleh bahasa C adalah :
1.      Perulangan dengan perintah FOR
Struktur perulangan for biasa digunakan untuk mengulang suatu proses yang telah diketahui jumlah perulangannya. Dari segi penulisannya, struktur perulangan for tampaknya lebih efisien karena susunannya lebih simpel dan sederhana.
Bentuk umum perulangan for:
for(inisialisasi; syarat; penambahan)
pernyataan;
Keterangan :
Inisialisasi : pernyataan untuk menyatakan keadaan awal dari variabel kontrol.
syarat : ekspresi relasi yang menyatakan kondisi untuk keluar dari perulangan.
penambahan : pengatur perubahan nilai variabel kontrol.
Contoh :
#include <iostream.h>
main()
{
            int x;
            for(x = 1; x<= 10; x++)
            {
                        cout<<"BAHASA C++ "<<endl;
            }
return 0;
}

2.      Perulangan dengan perintah WHILE
Pada pernyataan while, pengecekan  terhadap loop dilakukan dibagian awal (sebelum tubuh loop).
Bentuk umum:
 while (kondisi)
         pernyataan;
Perulangan ini banyak digunakan bila jumlah perulangannya belum diketahui. Proses perulangan  akan terus berlanjut selama kondisinya bernilai benar  (true) dan akan berhenti bila kondisinya bernilai salah.
Contoh 1 :
#include <iostream.h>
main()
{
            int x;
            x = 1; /* awal variabel */
            while (x <= 10) /* Batas akhir perulangan */
            {
                        cout<<"Bahasa C++ "<<endl;
                        x ++; /* variabel x ditambah dengan 1 */
            }
return 0;
}

Keterangan :
Pada contoh 1 perulangan while, proses atau perintah mencetak kata-kata “BAHASA C++” akan terus dilakukan selama variabel x masih kurang atau sama dengan 10. Setiap kali melakukan perulangan, nilai dari variabel x akan bertambah 1.

Contoh 2 :
#include <iostream.h>
main()
{
            int i = 0;
            while (i != 99)
            {
                        cout<<" Masukkan Sebuah Bilangan : ";
                        cin>>i;
                        cout<<"Bilangan Anda adalah= "<<i<<endl;
            }
}
Penjelasan :
l  Program minta inputan dari user dengan tipe integer
l  Selama user belum memasukkan nilai 99 maka program akan terus melooping.
l  Looping akan berhenti jika user telah memasukkan angka 99.

3.      Perulangan dengan perintah DO WHILE
·           Pada pernyataan do, mula-mula pernyataan dijalankan.
·           Selanjutnya, kondisi diuji. Seandainya kondisi bernilai benar, maka pernyataan dijalankan lagi, kemudian kondisi diperiksa kembali, dan seterusnya.
·           Kalau kondisi bernilai salah, maka Pada pernyataan do-while, tubuh loop berupa pernyataan.
·           pernyataan tidak dijalankan lagi.
·           Pada dasarnya struktur perulangan do....while sama saja dengan struktur while, hanya saja pada proses perulangan dengan while, seleksi berada di while yang letaknya di atas sementara pada perulangan do....while, seleksi while berada di bawah batas perulangan. Jadi dengan menggunakan struktur do…while sekurang-kurangnya akan terjadi satu kali perulangan.
Bentuk Umum :
Do
     Pernyataan ;
While(kondisi)
Contoh :
#include <iostream.h>
main()
{
     int x;
     x = 1;
     do
                 {
                             cout<<"BAHASA C++ "<<endl;
                             x ++;
                  }
     while(x <= 10);
     return 0; }
4.      FOR BERSARANG (NESTED FOR)
For bersarang dapat melibatkan lebih dari satu variabel namun yang jelas satu diantaranya akan digunakan sebagai indeks perulangan.
Bentuk umum:
            for( variabel1=nilai_awal; kondisi1; variabel1++){
                        for( variabel2=nilai_awal; kondisi2; variabel2++){
                                    for( variabel3=nilai_awal; kondisi3; variabel3++){
                                                Statemen_statemen yang akan diulang;
                                                ….
                        }
                        }
            }
Contoh :
#include<iostream.h>
#include<iomanip.h>
int main()
{
            int x,y;
            for (x=1; x<=10; x++)
            {
                         for (y=1; y<=x; y++)
                         {
                            cout<<setw(4)<<x*y<<" ";
                         }
            cout<<"\n";
            }
return 0;
}






Pengertian If-Kasus
            Adakalanya sebuah aksi dikerjakan jika kondisi tertentu dipenuhi. Misalkan Anda tiba diperempatan yang ada  traffic light. Jika lampu traffic light sekarang berwarna merah maka kendaraan harus berhenti. Langkah ini kita tulis dalam pernyataan berikut :
“ Jika lampu traffic light berwarna merah, maka berhenti “
Pernyaan diatas dapat ditulis dalam pernyataan – pernyataan_pemilihan (selection_statement) atau disebut juga pernyataan_kondisional sebagai berikut :
                                    If kondisi then
                                          Aksi
Contoh : If mobil rusak then pakai saja sepeda motor.
Contoh 1 kasus :
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
Main ()
{
Int nilai ;
Printf (“nilai :”); scanf (“%i, &nilai);
If (nilai >50)
Printf (“selamat anda lulus.”);
Getch ();
Return 0;
}

If Else Dua Kasus
            Struktur pemilihan if then hanya memberikan satu pilihan aksi bila kondisi (persyaratan) dipenuhi bernilai benar, maka tidak memberi pilihan aksi lain bila kondisi bernilai salah.
            Bentuk pemilihan yang lebih umum ialah memilih satu dari dua buah aksi bergantung pada nilai kondisi :
                                                If kondisi then
                                                            Aksi 1
                                                Else
                                                            Aksi 2
Else artinya “kalau tidak”. Bila kondisi bernilai benar, aksi 1 akan dikerjakan, tetapi kalau tidak, aksi 2 yang akan dikerjakan. Misalkan pada pernyaan berikut :
            If lampu traffic light berwarna merah then berhenti
Else
            If lampu traffic light berwarna kuning then jalan hati – hati
Else
            Jalan terus
Contoh 2 kasus :
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
Main ()
{
Int a, b ;
Printf (“a = “); scanf(“%d”, &a);
Printf (“b = “); scanf(“%d”, &b);
If (a > b)
Printf (“bilangan terbesar :%d”, a);
Else
Printf (“bilangan terbesar :%d”, b);
Getch ();
Return 0;
}

Tiga Kasus atau Lebih
            Masalah yang mempunyai tiga buah kasus atau lebih dapat dianalisis dengan konstruksi if-then-else bertingkat – tingkat
                                    If kondisi then
                                                Pernyataan 1
                                    Else
                                    If kondisi 2 then
                                                Pernyataan 2
                                    Else
                                    If kondisi 3 then
                                                Pernyataan 3
                                                End if
                                    End if
                        End if
Contoh 3 kasus :
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
Main()
{
Int nilai ;
Printf (“Nilai :”); scanf (“%i”, &Nilai);
If ((Nilai >=81) && (Nilai <=100)){
Printf (“A.”);
}
Else
If ((Nilai >=61) && (Nilai <=81)){
Printf (“B.”);
} else {
Printf (“C.”);
}
Getch ();
Return 0;
}


              
Statement Switch
            Statemen switch digunakan untuk melakukan pemilihan terhadap ekspresi atau kondisi yang memiliki nilai-nilai konstan. Oleh karena itu, ekspresi yang didefenisikan harus menghasilkan nilai yang bertipe bilangan bulat atau karakter. Untuk mendefenisikan nilai-nilai konstan tersebut adalah dengan menggunakan kata kunci case. Hal ini yang perlu anda perhatikan juga dalam melakukan pemilihan dengan menggunakan statemen switch ini adalah kita harus menambahkan statemen break pada setiap nilai yang kita defenisikan.

Contoh Switch :
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
void main(){
            int nomor_bulan;
            printf("masukkan angka bulan (1-12):");scanf("%d",&nomor_bulan);
            switch (nomor_bulan)
            {
            case 1 : printf("januari \n");break;
            case 2 : printf("pebruari \n");break;
            case 3 : printf("maret \n");break;
            case 4 : printf("april \n");break;
            case 5 : printf("mei \n");break;
         case 6 : printf("juni \n");break;
            case 7 : printf("juli \n");break;
            case 8 : printf("agustus \n");break;
            case 9 : printf("september \n");break;
            case 10 : printf("oktober \n");break;
            case 11 : printf("november \n");break;
            case 12 : printf("desember \n");break;
            default : printf("bukan bulan yang benar \n");
            getch(); }
}




ARRAY (LARIK)
            Array adalah suatu tipe data terstruktur  yang berupa sejumlah data sejenis (bertipe data sama) yang jumlahnya tetap dan diberi suatu nama tertentu.
            Elemen-elemen array tersusun secara berderet dan dapat diakses secara random di dalam memori.
            Array memiliki alat yang bersebelahan atau berdampingan tergantung lebar tipe datanya.
            Array dapat berupa array satu dimensi, dua dimensi, bahkan n dimensi.
            Elemen-elemen array bertipe data sama dan bisa berisi nilai yang sama atau berbeda – beda.
Contoh Deklarasi Array :
A[0]
A[1]
A[2]
A[3]
A[4]
A[5]
A[6]
A[7]
A[8]
A[9]

Pengaksesan Elemen Array
·         Elemen – elemen array dapat diakses oleh program menggunakan suatu indeks tertentu secara random atau berurutan.
·         Pengisian dan pengambilan nilai kepada indeks tertentu dapat dilakukan dengan mengeset nilai atau menampilkan nilai kepada indeks yang dimaksud.
·         Dalam C, tidak terdapat error handling terhadap batasan nilai indeks, apakah indeks tersebut berada di dalam indeks array yang sudah didefenisikan atau belum. Hal ini merupakan tanggungjawab programer, sehingga jika programer mengakses indeks yang salah, maka nilai yang dihasilkan akan berbeda atau rusak karena mengakses alamat memori yang tidak sesuai.
Ilustrasi Array 1 dimensi :
1              2              3              4              5              6              7
10
44
2
76
56
70
7
        1d2      1d4     1d6     1da      2dc    2de     1eo
Ilustrasi Array 1 Dimensi char :
#include <stdio.h>
Void main (){
Char a[8];
For (int i=0; i<8; i++){
Printf (“%x \n”, &a[i]);
}

Ilustrasi Array 1 dimensi int :
#include <stdio.h>
Void main (){
Int a[8];
For (int i=0; i<8; i++){
Printf (“%x \n”, &a [i]);
}

Pengaksesan Elemen Array
Elemen – elemen array dapat diakses oleh program menggunakan suatu indeks tertentu secara random atau berurutan. Indeks array secara default dimulai dari nol (0)
Deklarasi Array secara umum :
            Tipe_data_nama_var_array [ukuran] ;
Keterangan :
Tipe_data : menyatakan jenis tipe data elemen larik (int, char, float, dll)
Nama_var_array : menyatakan nama variabel yang dipakai.
Ukuran : menunjukkan jumlah maksimal elemen larik, contohnya : int [6]


Inisialisasi Array :
            Menginisialisasi array sama dengan memberikan nilai awal array pada saat didefenisikan.
Int nilai [6] = {8, 7, 6, 5, 6, 4,3} ;
Bisa disederhanakan sehingga menjadi :
Int nilai = {8, 7, 6, 5, 6, 4,3} ;
Keterangan :
Contoh diatas berarti Anda memesan tempat di memori komputer sebanyak 6 tempat dengan indeks dari 0-5, dimana indeks ke-0 bernilai 8, ke-1 bernilai 7, dan seterusnya, dan semua elemennya bertipe dan integer.
Catatan : Untuk memberikan nilai 0 terhadap seluruh elemen array pada saat didefenisikan, Anda dapat memberikan nilai awal 0 pada elemen pertama sebagai contoh : int temp [100] = {0}; akan memberikan hasil pemberian nilai 0 dari subscript bernilai 0 hingga 99.
Contoh :
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
Void main ()
{int y [] = {1, 2, 3, 4, 5};
Int n r = 0;
For (n = 0; n<5; n++)
{
r + =y [n]
}
Cout<<” “<<r ;
Getch ();
}
Contoh Input & Output Array :
#include <iostream.h>
Inlclude <conio.h>
Main (){
Int A [5]
For (int i = 0; i<5; i++)
Cint >>A [i]; }
For (int C = 0; C<5; C++)
{cout<<”Nilai pada elemen ke “<<C+1<<”adalah =”<<A [C]<<endl ;}
Getch (); }

Menghapus Elemen Array
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
{int A [5] = {20, 9, 1986, 200, 13} ;
Int n, hapus ;
Clrscr();
Cout<<”Data yang lama \n”;
For (n=0; n<5; n++)
{cout<<” “<<A [n] ;}
Cout<<”Data yang ingin dihapus :”;
Cin>>hapus ;
Cout<<”\n Data yang baru :\n” ;
For (n = hapus -1; n<5 -1; n++)
{A [n] = A [n + 1]; }
For (n = 0; n<4; n++)
{cout<<” “<<A [n]; }
Getch() ; }

Contoh :
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
Void main()
{int nilai [5], x;
Cout<<”masukkan nilai :\n\n” ;
For (x = 0; x<5; x++)
{cout<<”nilai angka :” ;
Cint<< [x] ;}
Cout<<”\n\n output nilai : \n”;
For (x = 0; x<5; x++)
{cout<<”\n nilai angka :” <<nilai [x] ;}
Getch() ; }


Contoh Array
#include <stdio.h>
#define MAX 5
 Int main() {
Int A [MAX];
Int j;
Printf (“memasukkan nilai :\n”);
For (j = 0; <MAX; j++){
Printf (“A [%d] = “;j); scanf (“%d”, &a[j];
}
Printf (“\n menampilkan nilai :\n”);
For (j = 0; <MAX; j++){
Printf (“A [%d] = %d\n”, j, A[j]);
}
Return 0;
}
Contoh tidak menggunakan Array
#include <stdio.h>
Int main(){
Float x1, x2, x3, x4, x5 ;
Float rata_rata ;
Printf (“memasukkan nilai :\n”);
Printf (“nilai ke-1 =”); scanf (“%f”, &x1);
Printf (“nilai ke-2 =”); scanf (“%f”, &x2);
Printf (“nilai ke-3 =”); scanf (“%f”, &x3);
Printf (“nilai ke-4 =”); scanf (“%f”, &x4);
Printf (“nilai ke-5 =”); scanf (“%f”, &x5);
Rata-rata =(x1+x2+x3+x4+x5)/5 ;
Printf (“\nNilai rata-rata =%.2f”, rata-rata);
Return 0;
}

Menggunakan Array
#include <stdio.h>
#define MAX 5
Int main() {
Float A[MAX], jumlah =0, rata-rata ;
Int j ;
Printf (“masukkan nilai :\n”);
For (j =0; j<MAX; j++){
Printf (“A[%d] =”, j); scanf (“%f”, &a[j]);
Jumlah + =A[j];
}
Rata-rata =jumlah / MAX ;
Printf (“\nNilai rata-rata =%.2f”, rata-rata);
Return 0;
}
#include <stdio.h>
Int main (void) {
Typedef int matrik 32[3] [2];
Matrik 32 A, B, C ;
Int j, k ;
Printf (“mengisikan elemen matrik A :\n”);
For (j=0; j<3; j++) {
For (k=0; k<2; k++) {
Printf (“A[%d] [%d] =”, j, k); scanf (“%d”, &A[j] [k]);
}
printf (“\nMengisikan elemen matrik B :\n”);
For (j=0; j<3; j++){
For (k=0; k<2; k++) {
Printf (“B[%d] [%d] =”, j, k); scanf (“%d”, &B [j] [k]);
}
}
For (j=0; j<3; j++) {
For (k=0; k<2; k++){
}
}
Printf (“\nHasil penjumlahan matrik A dan B :\n”);
For (j=0; j<3; j++){
For (k=0; k<2; k++){
Printf (“C[%d] [%d] =%d\n”, j, k, c[j] [k]);
}
}
Return 0;
}




Prosedure
            Pada dasarnya struktur prosedur sama dengan struktur algoritma yang sudah anda kenal,yaitu:ada sebahagian judul (header) yang terdiri atas nama prosedur dan deklarasi parameter,bagian deklarasi untuk mengumumkan nama-nama,dan bagian algoritma yg disebut badan prosedur.setiap prosedur mempunyai nama yang unik.

Parameter
Parameter adalah : nama-nama peubah yang didklarasikan pada bagian header prosedur,kebanyqkan program memerlukan pertukaran data/informasi antara prosedur(atau fungsi)dan titik dimana ia dipanggil.
Penggunaan parameter menawarkan mekanismepertukaran informasi teratur,berdasarkan maksud penggunaanya terdapat tiga jenis.
parameter format yang disertakan didalam prosedur.
1) parameter masukkan(input prosedur)
2) parameter keluaran (output parameter)
3) parameter masukan/keluwaran(input/output parameter)
Pemanggil prosedur
            Prosedur bukan program yang berdiri sendiri,jadi dia tidak dapat dieksekusi secara langsung,ini berarti intruksi intruksi di dalam prosedur baru,dapat dilaksanakan hanya bila prosedur itu diakses dengan cara memanggil namamya dari program.pemanggil(misalnya dari progrm utama dari modul program lainnya).jika prosedur tanpa parameter,maka pemanggilnya cukup dengan nama saja.agar nama prosedur dikenal diprogram pemanggil,maka didalam program dipemanggil kita harus mendeklarasikan protipe prosedur tersebut.protipe prosedur hanya berisi bagian header.prosedur pendklarasian protipe juga untuk memberi  tau program pemanggil,bagaimana cara mengakses prosdur(jumlah parameter dan tipe parameterny,jika ada).
Stement prosedur
            Prosedur adalah suatu kumpulan intruksi yang dibuat oleh program sebagai pengikat dalam suatu block program terdiri/sekelompok program.

Tujuan Dibuat :
·         Prosedur untuk memudahkan dalam pemograman yang sangat komplek.
·         Prosedur sendiri dapat berfungsi sebagai pemnggil.


Prosedur terdiri dari dua kelompok
*      Prosedur tanpa parameter
ket : prosedur yang tidk mempunyai nilai & sebgai pemanggil saja.
syatak prosedur tanpa parameter
          Void nama prosedure ();
syatak pemanggil prosedur tanpa parameter
          nama prosedure ();
*      Prosedur berparameter
ket : prosedur yang tidak hanya sebagai pemanggil saja tapi ada nilai pariabel yang dibawah.
syatak prosedur berparameter
          Void nama prosedur (variabel 1);
atau void nama prosedur (tipe data variabel);
syatak pemanggilan prosedur berparameter
          nama prosedur (variabel 1);
Contoh 1 prosedur tanpa parameter
#include<stdio.h>
void hello()
{
puts(“STMIK potensi utama”);
}
void main()
{
hello();hello();hello();
}




Contoh 2 prosedur tanpa parameter
#include<biostream.h>
#include<conio.h>
void print massage()
{
cout <<”i’m <a man !”;
}
void main ()
{
print massage();
getch ();
}
Contoh  prosedur berparameter
Void nama prosedur (variabel)
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
void hello(int n)
{ int i ;
for (i=i;<=n;i+i)
{
printf(“STMIK Potensi Utama ke - % d
\n”,i);
}
}
void main ()
{
hello(5);
getch();
}


Contoh prosedur berprameter
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
int tambah (int a,int b){
int r;
r=a+b;
return (r);
}
void main ()
{
int z
z= tambah (5,3);
cout <<”the result is”<<{
getch();









Ditulis Oleh : Ahmad Jamaldin Khair // 05.48
Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About